Sekjen DPP PMS dr Jhon Rider Purba Usulkan Nama Jalan Tuan Rondahaim Terpanjang di Kabupaten Simalungun
Sentra Berita | Medan – Sekjen DPP PMS (Partuha Maujana Simalungun) dr Jhon Rider Purba mengusulkan agar Pemkab Simalungun membuat Perda (Peraturan Daerah) tentang nama Jalan Tuan Rondahaim mulai dari Simpang Dua-P Raya hingga Cingkes perbatasan T Karo. Pemberian nama jalan terpanjang di Kabupaten Simalungun dinilainya sangat tepat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas penetapan gelar Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih oleh pemerintah pusat.
Ia meminta agar bupati dan seluruh pihak yang sempat mewacanakan pemberian nama Balei Harungguan Tuan Rondahaim menggantikan nama Balei Harungguan Djabanten Damanik untuk membatalkannya demi menghindarkan adanya polemik di tengah masyarakat.
“Coba kita renungkan, kedua tokoh kita ini baik Djabanten Damanik dan Tuan Rondahaim Saragih Garingging sudah almarhum. Sangatlah tidak arif jika nama keduanya dipolemikkan oleh kita yang hidup saat ini hanya karena keinginan menggantikan nama. Biarlah arwah keduanya tenang di alam baka,” kata Sekjen DPP PMS dr Jhon Rider Purba kepada wartawan, Jumat (23/1) di Medan.
Ada dua alasan logis menurut dr Jhon Rider yang menjadi dasar kuat agar polemik penggantian nama Balei Djabanten Damanik tidak perlu diganti dengan nama lain.
Pertama, pemberian nama Balei Djabanten Damanik sangat tepat diabadikan sebagai salah satu bangunan di komplek kantor bupati karena riwayat kepamongan Djabanten yang sangat panjang. Mulai dari walikota P Siantar hingga menjadi bupati dan sejarah mencatat di era kepemimpinannya sebagai bupati, ia menandatangani perpindahan ibukota dari P Siantar ke Pematang Raya.
Kedua, tidaklah tepat jika penghormatan kepada Pahlawan Nasional diberikan dengan penabalan nama di sebuah ruang pertemuan berskala tertutup dan kecil. Ruang pertemuan yang berada di komplek kantor bupati tentu hanya bisa diikuti oleh kalangan ASN dan mitra terbatas.
Maka yang tepat sebagai penghormatan adalah pemberian nama jalan strategis dan terpanjang yaitu mulai dari Simpang Dua-P Raya hingga perbatasan Kabupaten Karo.
“Atau boleh juga dibuat Tugu Pahlawan Tuan Rondahaim di Pematang Raya. Cari sebuah lapangan terbuka dan bangun komplek gedung olah raga serta Tugu Pahlawan Rondahaim,” tegasnya.
Jhon Rider menyebut dalam pengamatannya wacana penggantian nama Balei Djabanten Damanik saat ini menjadi polemik dan ditanggapi minor oleh sebahagian masyarakat Simalungun. Ia berharap rencana tersebut tidak dilanjutkan untuk menghindarkan dinamika yang kontraproduktif.
Editor : Redaksi






